![]() |
| 3 Bomber Gaek di Seri A |
Tua tua keladi, makin tua makin jadi. Mungkin ini ungkapan
yang tepat untuk menilai kinerja dari para striker senior yang berkiprah di
Serie-A. Diujung karirnya, mereka tetap saja produktif dan menghasilkan
kontribusi maksimal bagi klub yang dibela. Simak saja pencapaian
FrancescoTotti, Luca Toni, dan Antonio Di Natalie sejauh ini.
Totti, yang berusia 37 tahun tetap bersinar bersama AS Roma.
Pemain berjuluk Er Pupone tersebut kini telah mengemas 3 gol dan 6 assist di
musim ini. Andai saja cedera tidak menghampirinya, mungkin catatan tersebut
akan bertambah. Peran Totti makin penting dengan torehan rataan key passes sebesear 3,5. Angka tersebut
merupakan catatan tertinggi di Roma. Meskipun sudah uzur, akurasi pasing Il
Capitano tetap terjaga dan menembus angka 81,8%. Dengan perannya yang penting
tersebut, Totti kerap dijadikan target oleh pemain lawan. Sejauh ini ia telah
dilanggar sebanyak 19 kali, terbanyak diantara pemain Roma. Situs Whoscored.com
memberikan rating 7.8 untuk penampilannya selama ini. Sukses Totti berbanding
lurus dengan sukses klub. Roma kini menjadi pemuncak klasemen sementara Serie
A.
Pecinta Serie A
mungkin kaget ketika ada klub promosi bernama Hellas Verona tiba-tiba
“nangkring” di posisi 5 klasemen sementara. Salah satu aktor kesuksesan club
yang sekota dengan Chievo tersebut adalah Luca Toni. Setelah kurang terdengar
kiprahnya, kini Toni menemukan penampilan terbaiknya bersama Verona. Pemain
berumur 36 tahun tersebut sampai saat ini sudah mencetak 5 gol. Termasuk ketika
Toni mencetak 2 gol ke gawang AC Milan pada laga perdana Serie A.
Bertinggi 196 cm, Toni benar-benar memanfaatkan kelebihan
posturnya. Di Verona ia dijadikan target man. Selain itu, keberadaannya juga
dijadikan sebagai tembok untuk pemain lain. Hasilnya? Kini 3 assist sudah
dikoleksi Tonigol. Keterlibatan Toni dalam proses penyerangan Hellas Verona
tidak perlu diragukan ragi. Dari 116 total tendangan Hellas, sebanyak 29
tendangan disumbang Toni dengan tingkat konversi gol mencapai 17,2%.
Nama Di Natalie selalu identik dengan Udinese. Bersama
Udinese, Di Natalie sempat meraih gelar topskor. Sampai pekan 11, Di Natalie
masih menjadi topskor sementara bagi klub yang bermarkas di stadion Friulli
tersebut dengan koleksi 4 gol. Dari semua ajang, Di Natalie telah mencatatkan
15 penampilan dengan torehan 6 gol dan 2 assist. Catatan tersebut ia kumpulkan
dari 1161 menit pertandingan. Artinya setiap 193,5 menit Di Natalie mencetak
gol. Walaupun begitu, Di Natalie hars meningkatkan kembali produktiviasnya.
Minimal menyamai musim lalu, dimana ia mencetak satu gol per 127,5 menit
pertandinga
Totti, Toni, dan Di Natalie merupakan contoh striker tua
yang masih berbahaya. Mereka membuktikan jika belum habis dan tidak kalah
dengan keberadaan pemain yang usianya lebih muda. Keberadaan mereka juga dapat
menambah persaingan dalam perburuan gelar topskor yang sampai saat ini masih
dipegang oleh Giuseppe Rossi .


19.12
Unknown

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar