Rabu, 06 November 2013

Bomber Gaek di Serie A



3 Bomber Gaek di Seri A


     Tua tua keladi, makin tua makin jadi. Mungkin ini ungkapan yang tepat untuk menilai kinerja dari para striker senior yang berkiprah di Serie-A. Diujung karirnya, mereka tetap saja produktif dan menghasilkan kontribusi maksimal bagi klub yang dibela. Simak saja pencapaian FrancescoTotti, Luca Toni, dan Antonio Di Natalie sejauh ini.

     Totti, yang berusia 37 tahun tetap bersinar bersama AS Roma. Pemain berjuluk Er Pupone tersebut kini telah mengemas 3 gol dan 6 assist di musim ini. Andai saja cedera tidak menghampirinya, mungkin catatan tersebut akan bertambah. Peran Totti makin penting dengan torehan rataan key passes sebesear 3,5. Angka tersebut merupakan catatan tertinggi di Roma. Meskipun sudah uzur, akurasi pasing Il Capitano tetap terjaga dan menembus angka 81,8%. Dengan perannya yang penting tersebut, Totti kerap dijadikan target oleh pemain lawan. Sejauh ini ia telah dilanggar sebanyak 19 kali, terbanyak diantara pemain Roma. Situs Whoscored.com memberikan rating 7.8 untuk penampilannya selama ini. Sukses Totti berbanding lurus dengan sukses klub. Roma kini menjadi pemuncak klasemen sementara Serie A.
      Pecinta Serie A  mungkin kaget ketika ada klub promosi bernama Hellas Verona tiba-tiba “nangkring” di posisi 5 klasemen sementara. Salah satu aktor kesuksesan club yang sekota dengan Chievo tersebut adalah Luca Toni. Setelah kurang terdengar kiprahnya, kini Toni menemukan penampilan terbaiknya bersama Verona. Pemain berumur 36 tahun tersebut sampai saat ini sudah mencetak 5 gol. Termasuk ketika Toni mencetak 2 gol ke gawang AC Milan pada laga perdana Serie A.
Bertinggi 196 cm, Toni benar-benar memanfaatkan kelebihan posturnya. Di Verona ia dijadikan target man. Selain itu, keberadaannya juga dijadikan sebagai tembok untuk pemain lain. Hasilnya? Kini 3 assist sudah dikoleksi Tonigol. Keterlibatan Toni dalam proses penyerangan Hellas Verona tidak perlu diragukan ragi. Dari 116 total tendangan Hellas, sebanyak 29 tendangan disumbang Toni dengan tingkat konversi gol mencapai 17,2%.
     Nama Di Natalie selalu identik dengan Udinese. Bersama Udinese, Di Natalie sempat meraih gelar topskor. Sampai pekan 11, Di Natalie masih menjadi topskor sementara bagi klub yang bermarkas di stadion Friulli tersebut dengan koleksi 4 gol. Dari semua ajang, Di Natalie telah mencatatkan 15 penampilan dengan torehan 6 gol dan 2 assist. Catatan tersebut ia kumpulkan dari 1161 menit pertandingan. Artinya setiap 193,5 menit Di Natalie mencetak gol. Walaupun begitu, Di Natalie hars meningkatkan kembali produktiviasnya. Minimal menyamai musim lalu, dimana ia mencetak satu gol per 127,5 menit pertandinga
     Totti, Toni, dan Di Natalie merupakan contoh striker tua yang masih berbahaya. Mereka membuktikan jika belum habis dan tidak kalah dengan keberadaan pemain yang usianya lebih muda. Keberadaan mereka juga dapat menambah persaingan dalam perburuan gelar topskor yang sampai saat ini masih dipegang oleh Giuseppe Rossi .

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons