Awan gelap nampaknya segera berlalu dari Real Madrid. Tentu
saja penyebabnya karena rekrutan terbaru mereka yang bernilai 100 juta euro
mulai menampilkan permainan yang diharapkan. Perlahan tapi pasti, fans mulai
melupakan sosok Mesut Ozil yang kepergiannya menggegerkan “dunia persilatan”.
Kepergian Ozil tidak hanya disesali oleh fans, namun pemain El Real seperti
Ronaldo dan Ramos pun menyayangkan kepindahannya. Dengan kebijakan transfernya
tersebut, Florentino Perez juga harus menjadi sasaran tembak. Apalagi ditambah
permainan buruk Los Blancos pada
laga-laga awal La Liga.
Permainan Bale di Real madrid bak ombak pantai selatan,
mengalami pasang surut. Sempat mencetak gol pada laga debut melawan Villareal
dan bermain melawan Galatasaray di UCL sebagai pengganti, Bale mengalami cedera
hingga harus absen pada beberapa laga berikutnya. Pria Wales ini kembali
bermain kala Derby Madrid. Itupun sebagai pemain pengganti. Hasilnya? Bale tak
bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan 0-1. Esok harinya, koran-koran lokal
Spanyol “menghukum” Bale. Marca menulis
Bale adalah “pemain satu dimensi yang tidak terlibat dalam sisi dinamis
permainan Real Madrid”. Tidak jauh berbeda dengan Marca, koran Mundo Deportivo
menilai Bale sebagai pemain berharga 101 juta euro yang tidak melakukan
kontribusi apapun untuk timnya. Persiapan pramusim yang kurang maksimal
ditengarai menjadi penyebab buruknya permainan Bale. Untuk mengembalikan
kebugarannya, Bale harus menjalani dobel sesi latihan fisik.
Mengawali laga dari bangku cadangan masih menjadi rutinitas
Bale pada pekan-pekan berikutnya. Dengan menit bermain yang terbatas, torehan
golnya mentok di angka 1 dan belum
memberi assist satu pun. Kesempatan besar datang kala El Clasico digelar. Don
Carletto memasangnya sebagai pemain inti berdampingan dengan Cristiano Ronaldo
dan Angel di Maria pada barisan penyerang Real Madrid dalam skema 4-3-3. Oleh
Carletto, Bale dipasang sebagai Centre
Forward. Selama 60 menit bermain, Bale hanya mampu mencatatkan 2 tendangan
tak tepat sasaran, 1 kartu kuning, dan rating 6.3 menurut Whoscored. Yang lebih
menyedihkan pemain terbaik El Clasico edisi pertama jatuh pada Neymar, sosok
yang kerap dibanding-bandingkan dengan Bale sebagai rekrutan anyar kedua kubu.
Menjelang berakhirnya Oktober, langit nampaknya mulai
berpihak kepada Bale. Dipercaya turun sejak awal laga kontra Sevilla, Bale
menempati posisi sebagai sayap kanan dalam skema 4-2-3-1. Ketika pertandingan
berjalan 13 menit, sebuah pergerakan dari Benzema di sisi kanan kotak penalti
Sevilla berhasil menarik penjagaan bek Sevilla. Jeli melihat pergerakan Bale,
sebuah umpan disodorkan Benzema untuknya. Dengan sekali kontrol, lalu tendang
dengan kaki kiri bola pun menembus gawang Sevilla. Goooll. Bale pun mencetak
gol keduanya musim ini.
Setelah gol tersebut, pertandingan nampaknya berjalan lebih
mudah bagi GB11. Sebuah gol berhasil ia sarangkan lagi di menit 27. Di babak 2,
kegemilangan Bale ia lengkapi dengan torehan 2 assist kepada Benzema dan
Ronaldo. Dengan pencapaiannya selama 90 menit tersebut, situs Whoscored memberi
nilai 10 untuknya.
Melawat ke kandang Rayo Vallecano pada jornada 12, Bale
kembali menunjukkan performa terbaiknya. Walau tidak mencetak gol, sumbangsih 2
assist membawa Madrid menang tipis 3-2. Total dari 6 penampilan selama 360
menit di La Liga, Bale mengoleksi 3 gol dan 4 assist. Sebuah catatan yang cukup
lumayan.
Namun demikian, Bale harus meningkatkan akurasi umpannya.
Akurasi passingnya sejauh ini menyentuh angka 71,1%, ketiga terburuk setelah
Diego Lopez dan Alvaro Morata di El Real. Selain itu, Bale juga harus lebih
pede dalam hal menggiring bola. Sejauh ini rataan dribelnya baru menyentuh
angka 1,3. Kalah dari Ronaldo,Isco,dan Marcelo.
La Liga sudah mulai dikuasai Bale, patut disimak kiprah Bale
pada Matchday 4 UCL melawan Juventus tengah pekan nanti. Perlahan tapi pasti,
Bale mulai menjawab keraguan di hati para penggemar.


21.44
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar